Tiga per empat bagian bumi ada
lah air, sama seperti tubuh manusia yang mengandung 55-78% air dalam tubuhnya. Tanpa air manusia hanya dapat bertahan hidup selama 5 hari dan tanpa air seluruh ekosistem akan mati. Menyadari pentingnya air bagi kelangsungan mahluk hidup di dunia, maka ditetapkan tanggal 22 Maret sebagai Hari Air Sedunia. Penetapan tanggal ini dilakukan oleh persatuan bangsa-bangsa dalam acara konfrensi Bumi di Rio De Janeiro tahun 1992. Tujuannya agar seluruh mahluk hidup khususnya manusia menyadari pentingnya air bersih dan mendorong upaya untuk mengelola sumber-sumber air bersih secara berkelanjutan.
Kubota sangat menyadari pentingnya air bagi kehidupan disamping pangan dan lingkungan, dengan berusaha untuk menciptakan produk yang mampu mengatasi ketiga permasalahan tersebut. Di lingkungan PT Kubota Indonesia sendiri, sistem pengelolaan air menjadi salah satu perhatian besar. Kami menggunakan teknologi wastewater treatment yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Untuk kehidupan sehari-hari kita bisa melakukan pengelolaan air secara sederhana seperti membuat penampungan air hujan untuk dimanfaatkan dalam berbagai kepentingan, misalnya keperluan irigasi (taman dan kawasan hijau), mencuci, bilasan toilet atau dengan membuat penanggulangan air tadah hujan yang dijadikan sebagai air minum setelah dilakukan penyaringan sederhana. Peringatan hari air sedunia ini mengingatkan kita semua untuk dapat mengelola air dengan bijak, karena jika tidak ada air maka tidak ada kehidupan.
