
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan wilayah yang memiliki garis pantai terpanjang di wilayah Provinsi Sumatra Selatan. Didiami oleh penduduk multi etnis dari Komering, Bugis, Melayu, Jawa dan Sunda yang mata pencaharian utamanya dari hasil laut, wilayah ini terbagi dalam empat kecamatan yakni : Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan dan Air Sugihan. Pintu masuk untuk menyusuri pesisir timur daerah OKI ini diawali dari Kecamatan Sungai Menang, yang terkenal dengan Desa Bumi Pratama Mandira sebagai penghasil budidaya udang windu. Dulunya wilayah ini dikelola oleh perusahaan tambak udang terbesar di Asia Tenggara, namun karena satu dan lain hal pada 2017 perusahaan dinyatakan tidak beroperasi lagi. Selanjutnya pengelolaan budidaya udang windu ini diserahkan kepada masyarakat dalam naungan Koperasi Usaha Bersama (KUB) yang juga dibentuk oleh masyarakat.
Setiap kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut memiliki dua kolam tambak udang dan dilengkapi dengan mesin diesel merek tertentu untuk menggerakan dinamo kincir air yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem kolam tambak udang. Namun sayangnya mesin diesel yang digunakan memiliki kualitas yang kurang baik sehingga rawan sekali terjadi kerusakan. Apalagi saat masa penebaran benih tiba, para petani tambak harus terus terjaga siang malam untuk mengantisipasi mesin diesel macet yang menyebabkan kincir air tidak berfungsi dan benih udang mati. Untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan tersebut PT Kubota Indonesia memberikan pinjaman mesin diesel Kubota RD 150 DI-NB selama kurang lebih tiga bulan kedepan sampai masa panen dan tebar berikutnya. Melalui peminjaman mesin Kubota tersebut harapannya petani tambak dapat merasakan manfaat atas performa mesin Kubota yang prima dan berdampak pada kualitas serta kuantitas benih udang yang baru ditebar.
Selain itu PT Kubota Indonesia juga melakukan demo mesin Kubota Gasoline set perahu ketinting, karena perahu ketinting ini merupakan moda transportasi utama masyarakat di wilayah Sungai Menang. Wilayah yang di kepung oleh air ini terdiri dari tiga blok yang tiap bloknya memiliki 100 jalur dan tiap jalurnya terdiri dari 13 KK. Bapak Mendar selaku wakil ketua KUB sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Kubota, beliau juga berharap agar kerjasama ini dapat berkelanjutan dan masyarakat bisa melakukan transaksi mesin Kubota melalui KUB Wahyuni Mandira tersebut.
